Teman, sahabat banyak mengajarkan nilai-nilai dasar dalam hidup.
Belajar mengenal, belajar tersenyum, belajar berbagi, belajar mengalah, belajar untuk mengerti, dan lain sebagainya. Tidak harus bersama selama bertahun-tahun baru bisa dikatakan sebagai sahabat. Selama ada kebersamaan, saling berbagi tawa dan kebahagiaan di situlah ada pertemanan.
Teman mengajarkan untuk tidak patah semangat dalam mencapai mimpi. Teman mengajarkan untuk saling membantu untuk bisa bersama-sama mencapai mimpi. Teman mengajarkan apabila ada sifat buruk yang mendominasi, kita sama-sama saling memaklumi, sama-sama saling menyadarkan, dan harus saling terbuka.
Tidak boleh merasa rendah diri, tidak boleh merasa tidak diperdulikan. Saat kamu merasa rendah diri, kamu harus mencari kelebihanmu, walaupun itu kamu anggap sepele, belum tentu orang lain berfikiran seperti itu.
Tahukah kamu? Saat kamu iri pada seseorang, mungkin orang itu juga iri kepadamu. Karena kita lebih melihat kelebihan orang lain dari pada kelebihan kita sendiri.
Tahukah kamu? Saat kamu merasa diabaikan, mungkin karena mereka tidak suka dengan perbuatanmu,mungkin dengan sifatmu, kamu jangan malah pergi, jangan marah dan bersedih. Bersyukurlah, karena mungkin itu teguran dari Tuhan untukmu. Perbaiki kesalahanmu, jika kamu tidak tahu maka tanyalah. Jika dia temanmu maka dia akan menjawab dengan jujur dan apa adanya. Temanmu juga manusia, individu yang mandiri. Jangan selalu kamu mengandalkan mereka, cobalah biar mereka yang mengandalkanmu. Jangan juga kamu berdiri sendiri, cobalah untuk mengandalkan mereka. Teman itu simbiosis mutualisme, saling menguntungkan J.

